Kenapa Magnetic Clutch Kompresor AC Bisa Tidak Berfungsi?
AC mobil bekerja dengan dukungan berbagai komponen. Tidak terkecuali magnetic clutch. Apa itu? Komponen berupa pulley yang bekerja dengan cara berputar secara terus menerus. Putaran tersebut mengikuti putaran dari mesin yang terkoneksi lewat komponen fan belt.
Fungsi magnetic clutch sendiri sebagai penghubung kompresor dan putaran mesin. Pada magnetic clutch terdapat beberapa komponen seperti rotor, stator, pelat penghubung, plat tambahan, bantalan, housing, dan sistem kontrol.
Seperti komponen mobil lainnya, magnetic clutch juga tidak lepas dari penurunan kualitas yang pada akhirnya menyebabkan penurunan fungsi. Mengapa magnetic clutch bisa mengalami kerusakan? Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan jawabannya.
Penyebab Magnetic Clutch Rusak atau Tidak Berfungsi
Apabila magnetic clutch tidak bekerja secara normal, maka kompresor tidak bisa beroperasi secara optimal sehingga kinerja sistem AC ikut terganggu. Berikut beberapa penyebabnya:
-
Kualitas dan Usia Magnetic Clutch
Pemilihan suku cadang yang kurang tepat bisa memengaruhi daya, kualitas, serta kinerja dari magnetic clutch.
Selain itu, umur pemakaian juga menjadi penyebabnya. Namun, usia komponen pada setiap mobil berbeda-beda karena durasi pemakaiannya juga berbeda.
Komponen tersebut bisa rusak pada pemakaian normal dengan durasi 3-4 jam per hari (rata-rata 5-10 tahun). Sedangkan jika kerusakan karena melebihi batas, biasanya digunakan 12-24 jam (2-3 tahun).
-
Pengoperasioan yang Kurang Tepat
Selain kualitas dan usia, kerusakan pada magnetic clutch bisa juga disebabkan oleh gaya berkendara. Misalnya dengan kecepatan tinggi dan temperatur AC dalam posisi terlalu rendah.
Kondisi tersebut bisa menjadi penyebab magnetic clutch tidak bisa bekerja dengan stabil. Tujuannya memang menjaga suhu area kabin agar tidak terlalu dingin dan juga menghemat bahan bakar, tapi dampaknya kinerja magnetic clutch bisa putus dan nyambung.
Ketika putaran mesin tinggi, akan ada gesekan yang kasar pada komponen tersebut dan menyebabkannya cepat mengalami keausan. Maka dari itu, saat Anda berkendara di kecepatan tinggi dan cukup lama, sebaiknya atur suhu AC mobil hingga maksimal.
Dampak yang Ditimbulkan saat Magnetic Clutch Rusak
Kerusakan yang terjadi pada magnetic clutch tentunya menyebabkan berbagai dampak. Antara lain:
-
Terganggunya Kompresor AC
Apabila magnetic clutch berhenti, maka kompresor juga turut berhenti. Walaupun demikian, bukan berarti kompresor mati total.
Kompresor tetap dapat bekerja tetapi karena daya magnetnya rendah, maka putarannya pun lemah. Kondisi tersebut menyebabkan kompresor AC mobil rusak dan bahkan tidak berputar.
-
Munculnya Suara dari Magnetic Clutch
Suara ini akan muncul saat AC mobil menyala atau mati. Saat AC mati dan keluar suara, umumnya disebabkan oleh putaran pulley yang mengalami gesekan dengan pressure plate atau centerpiece.
-
Suhu Kabin Menjadi Kurang Dingin
Dampak ini paling mudah Anda ketahui dan rasakan. Kerusakan pada magnetic clutch akan menyebabkan performa kompresor AC menjadi terganggu.
Akhirnya putaran kompresor melemah dan suhu AC tidak terasa sejuk atau dingin.
-
Perubahan Warna Pulley
Dampak selanjutnya adalah perubahan warna pada pulley. Warnanya akan berubah menjadi merah atau gosong.
Kondisi tersebut menjadi petunjuk bahwa terdapat keausan yang disebabkan oleh selip berulang kali. Akhirnya pinggiran pun menjadi merah karena suhu tinggi.
-
Mesin Menjadi Overheat
Karena magnetic clutch tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik, maka mesin mobil akan bekerja lebih keras.
Akhirnya menyebabkan suhu mesin mengalami peningkatan. Overheat akan menyebabkan kerusakan serius pada mesin mobil dan komponen lain.
Kerusakan magnetic clutch tidak bisa Anda tunda perbaikannya karena bisa mengurangi kenyamanan dan berdampak pada komponen lain.
Untuk itu pastikan segera ke bengkel resmi Suzuki jika mendapati berbagai tanda kerusakan di atas. Kunjungi https://www.suzukitradajatim.co.id/ untuk melakukan reservasi jadwal servis.