Spare Part ini Bisa Rusak Jika Mencuci Mobil Sembarangan
Salah satu cara untuk merawat mobil adalah dengan mencucinya secara berkala. Frekuensinya bisa ditingkatkan bila keadaannya sudah sangat kotor. Namun, Anda tidak bisa melakukannya secara sembarangan karena bisa merusak berbagai spare part.
Lantas, suku cadang apa saja yang bisa rusak akibat hal ini? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui selengkapnya.
Spare Part yang Bisa Rusak Akibat Mencuci Mobil Sembarangan
Mencuci mobil perlu dilakukan dengan hati-hati. Bila perlu, bawalah ke tempat yang sudah berpengalaman dan memiliki reputasi baik dalam melakukannya. Jika dilakukan sembarangan, berbagai komponen di bawah ini bisa mengalami kerusakan:
-
Koil dan Busi
Pencucian mobil kerap dilakukan dengan menyemprotnya. Namun bila proses ini dilakukan secara acak dan terkena mesin, maka air bisa mengenai ruang tempat busi dan selongsong koil.
Dampaknya bisa membuat arus listrik bocor ke dinding mesin alih-alih mengalir ke ujung besi. Alhasil, mesin akan bergetar hebat atau brebet saat dinyalakan. Kompresi pembakaran pada salah satu silinder pun juga bisa hilang.
-
ECU
ECU atau electronic control unit merupakan pusat elektronik. Artinya, spare part ini mengatur seluruh sistem sensor, injeksi, dan pengapian pada mobil modern. Di dalamnya ada jalur sirkuit berukuran mikro yang sensitif terhadap lembap.
Umumnya, casing luar komponen ini bersifat kedap air. Namun, air bertekanan tinggi dalam jarak dekat bisa menembus karet pelindungnya. Bila air masuk, korsleting bisa terjadi sehingga papan sirkuit di dalamnya pun terbakar.
-
Alternator
Alternator berfungsi sebagai pengisi daya aki. Komponen ini bekerja saat mesin mobil dinyalakan. Di dalamnya, ada berbagai komponen yang berukuran lebih kecil. Contohnya adalah bantalan, kumparan tembaga, dan sikat arang.
Jika ada sabun atau air yang masuk ke dalamnya, sisanya akan mengering dan menimbulkan korosi. Selain itu, komponen kecil di dalamnya juga bisa rusak karenanya. Alhasil, suara kasar akan muncul atau daya aki melemah.
-
Karet Kaki-Kaki dan Suspensi
Bagian yang terletak di bagian bawah mobil ini terdiri dari berbagai komponen. Di antaranya adalah link stabilizer, ball joint, dan tie rod end. Semuanya dilapisi karet pelindung dan diisi oleh gemuk sebagai pelumas.
Di tempat pencucian hidrolik, air bertekanan tinggi kerap diarahkan ke berbagai komponen tersebut. Bila terlalu kuat, karet pelindung akan robek hingga pelumasnya bocor. Hal ini akan membuat gesekan antar logam sehingga memicu keausan dini.
-
Kotak Sekring
Kotak sekring berfungsi sebagai distributor arus listrik searah ke bermacam-macam komponen mobil. Contohnya adalah audio, lampu, AC, sampai sistem keselamatan kendaraan itu sendiri.
Penutupnya memang bisa menahan cipratan air. Namun, ia tidak tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi secara langsung. Jika terkena, air akan merembes masuk dan menghubungkan kutub-kutubnya. Alhasil, korsleting massal terjadi.
-
Sensor Elektrikal
Saat ini, banyak mobil yang menggunakan beragam sensor elektrik. Contohnya adalah sensor udara, oksigen, dan kecepatan roda. Tujuannya untuk menjaga keselamatan dan memantau performa udara.
Seluruh sensor tersebut terhubung lewat kabel dan pin tembaga. Bila terkena semprotan air bertekanan tinggi, pembacaan voltase sensor menjadi terganggu. Akibatnya, lampu indikator mesin akan menyala. Mobil juga bisa kehilangan tenaga.
Kini, Anda sudah tahu mengapa mencuci mobil tidak boleh dilakukan sembarangan. Namun jika spare part sudah terlanjur rusak atau terganggu, jangan ragu untuk segera membawanya ke bengkel terpercaya. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.