Kenapa Mengabaikan Kondisi Busi Bisa Mengganggu Performa Mesin?

icon 12 May 2026
icon Admin

Salah satu komponen penting pada kendaraan bermesin adalah busi. Begitu pula pada mobil. Itulah mengapa kondisinya perlu diperhatikan agar tetap prima. Bila dibiarkan, kondisi busi mobil akan mengganggu performa mesin.

Ada sejumlah alasan di balik hal tersebut. Alasan-alasan tersebut dapat diketahui di ulasan menarik berikut.

Alasan Kondisi Busi Mobil yang Buruk dapat Mengganggu Mesin

Busi mempunyai fungsi utama sebagai penghasil percikan api dari energi listrik saat mobil di-starter. Percikan api tersebut bertujuan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Dari pembakaran inilah mesin bisa menyala.

Namun terkadang, kondisi busi bisa menurun akibat usia maupun faktor lainnya. Hal tersebut akan mengganggu performa mesin bila diabaikan karena aneka alasan di bawah ini:

  • Pembakaran Tidak Sempurna

Busi yang lemah atau aus membuat pembakaran menjadi tidak sempurna. Hal ini disebabkan kondisi tersebut membuat percikan api yang dihasilkan sangat kecil. Jadi, campuran bahan bakar dengan udara tidak bisa terbakar sebagaimana mestinya.

Akibatnya, energi yang dihasilkan pun akan menurun. Itulah mengapa tarikan mesin akan terasa lebih berat dan kurang responsif. Bahkan, tenaganya pun ikut berkurang sampai 15%.

  • Pemborosan BBM

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, buruknya kondisi busi mobil membuat pembakaran menjadi tidak sempurna. Hal ini akan membuat mesin bekerja semakin keras untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan agar mobil dapat berjalan.

Kerasnya kerja mobil akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Alhasil, bahan bakar terbuang dengan sia-sia dan konsumsinya pun lebih boros. Tidak hanya itu, polusi yang dihasilkan juga meningkat.

  • Penumpukan Kerak Karbon

Masih berkaitan dengan tidak sempurnanya pembakaran, ternyata kondisi ini akan membuat residu tersisa di ruang bakar. Residu tersebut berupa kerak karbon yang lama-lama menumpuk di busi dan dinding silinder.

Penumpukan kerak karbon tersebut berpotensi membuat busi cepat kotor meskipun sudah diganti. Tidak hanya itu, berbagai komponen internal mesin juga akan mudah kotor hingga mengalami kerusakan.

  • Mesin Brebet

Masalah pada busi kerap menimbulkan kegagalan pengapian atau misfire. Kegagalan tersebut bisa terjadi pada salah satu silinder atau bahkan lebih. Akibatnya, mesin akan brebet atau tersendat-sendat bahkan terasa kasar dan bergetar secara tidak wajar.

Kondisi ini tidak hanya terjadi saat mobil berjalan, namun juga diam. Bila dibiarkan begitu saja, berbagai komponen mesin akan terdampak sehingga mengalami kerusakan dan harus diperbaiki bahkan diganti.

  • Berbagai Komponen Berpotensi Rusak

Ketidaksempurnaan pembakaran akibat kondisi busi membuat suhu ruang bakar meningkat. Alhasil, mesin akan mengalami overheat atau panas berlebih yang membuat komponen-komponennya meleleh.

Selain itu, katalisator pada sistem knalpot juga akan rusak bila hal ini terjadi. Bila sudah demikian, dana besar diperlukan untuk memperbaikinya agar bisa berfungsi seperti sedia kala.

  • Mesin Mogok

Hal yang paling sering terjadi saat busi sangat kotor atau mati adalah tidak bisa memercikkan api. Jadi, campuran bahan bakar dan udara tidak bisa terbakar sama sekali meskipun mesin sudah di-starter berulang kali.

Pada awalnya, kondisi ini akan membuat mesin sulit dihidupkan terutama pada pagi hari atau kondisi dingin. Lama-lama, mesin tidak bisa dihidupkan sama sekali sehingga mobil pun mogok.

Jadi, kondisi busi mobil sangat berpengaruh terhadap mesin. Jika dibiarkan, berbagai masalah hingga kerusakan akan muncul. Bahkan, kendaraan tidak bisa dinyalakan sama sekali. Itulah mengapa kondisinya perlu dijaga. Aneka tips tentang kendaraan lainnya dapat dilihat di sini.